Senin, 21 Maret 2016

15 Fakta Menarik Tentang Perusahaan Terkenal Milik Warren Buffett: Berkshire Hathaway Inc.



  1. Pemilik dan pimpinan tertinggi Berkshire Hathaway, Warren Buffett merupakan seorang investor paling sukses dan paling disegani para investor di seluruh dunia. Buffett merupakan orang terkaya no. 1 di dunia versi majalah Forbes 2008, dan ketiga versi majalah Forbes 2015 dengan nilai kekayaan bersih mencapai US$ 72,7 milyar atau senilai hampir Rp 950 triliun. Fakta yang mengejutkan adalah bahwa kekayaan bersih Warren Buffett ketika berumur 50 tahun ‘hanya’ senilai US$ 300 juta. Ini berarti bahwa Buffett mendapatkan sebagian besar kekayaannya, senilai US$ 72,4 milyar di atas umur 50 tahun. Terbukti bahwa rahasia kekayaan besar seorang investor adalah pendekatan jangka panjang dengan memanfaatkan kekuatan compounding interest atau kekuatan suku bunga gabungan, yang bahkan oleh Albert Einstein disebut sebagai keajaiban dunia kedelapan.
  2. Warren Buffett membeli saham Berkshire Hathaway agar bisa memecat CEO-nya. Buffett membeli Berkshire Hathaway pada tahun 1962, di saat perusahaan masih menjadi perusahaan manufaktur tekstil. Saat itu, bisnis tekstil sedang memburuk dan laporan keuangan perusahaan tidak terlihat bagus. Kemudian CEO perusahaan, Seabury Stanton, menawarkan saham perusahaannya pada Buffett senilai US$11,50 per lembar saham. Buffett setuju. Namun kemudian dalam kontrak penawaran saham tertulis nilai saham berkurang 12,5 sen dari kesepakatan awal. Ketimbang menjual sahamnya, Buffett memilih untuk membeli lebih banyak saham Berkshire. Hal itu menjadikannya sebagai pemegang saham mayoritas, mengambil alih bisnis dan memecat Stanton.
  3. Dari daftar peringkat 10 saham termahal di dunia pada 2015, saham Berkshire Hathaway Inc. merupakan perusahaan dengan nilai saham termahal, senilai US$219.000 per lembar (atau senilai Rp 3 milyar) dan terus meningkat, bandingkan dengan Google Inc. di urutan ke-8 dengan nilai saham Rp 7,5 juta per lembar dan Netflix Inc. di urutan ke-10 dengan nilai saham Rp 6 juta per lembar.
  4. Berkshire Hathaway merupakan perusahaan yang memiliki lebih dari 100 perusahaan sebagai aset melalui pengambilalihan sepenuhnya dan atau pembelian saham perusahaan secara mayoritas maupun minoritas, diantaranya, Coca-Cola (9,2%), Wal-Mart (1,88%), Johnson and Johnson(0,01%), Dairy Queen, General Electric, General Motors, IBM, Kraft, MasterCard, Twenty-First Century Fox, dan Visa.
  5. Pada tahun 2014, total karyawan yang diperkerjakan Berkshire Hathaway sejumlah 316.000 orang di seluruh dunia.
  6. Pada tahun 1981, hanya 12 orang yang menghadiri rapat tahunan perusahaan. Setelah Berkshire Hathaway berkembang pesat dengan memiliki banyak anak perusahaan dan ratusan ribu pekerja, pada 2013, diperkirakan sekitar 40.000 pemegang saham Berkshire Hathaway pergi ke Omaha untuk menghadiri rapat tahunan perusahaan.
  7. Berkshire Hathaway tidak berinvestasi pada sektor teknologi, dikarenakan Warren Buffett tidak berinvestasi pada bisnis yang tidak ia pahami. Meski begitu, Buffett mengubah pendekatannya pada tahun 2011 dan mengambil posisi yang cukup signifikan pada saham IBM. Dan pada tahun 2014 Berkshire Hathaway memiliki hampir 8% saham IBM karena kekagumannya pada manajemen yang berhasil mengembalikan dan menguatkan posisi perusahaan setelah bangkrut sekitar 20 tahun yang lalu. Meski sikap menghindari sektor teknologi disebabkan ketidakmampuan Buffett dalam memahami teknologi, terdapat banyak alasan yang masuk akal atas pembelian saham IBM tersebut apabila ditinjau dari sudut pandang seorang Value Investor.
  8.  Berkshire Hathaway tidak membagikan deviden kepada para pemegang saham. Ini dikarenakan keuntungan akan dikenakan pajak ganda. Keuntungan US$1 perusahaan akan menjadi 65 sen setelah pajak korporat. Ketika deviden dibayarkan, maka akan tersisa 55 sen setelah pajak pendapatan federal dan jika pemegang saham tinggal di New York atau California, keuntungan hanya tersisa 44-45 sen setelah pembayaran pajak pendapatan negara bagian. Kebijakan perusahaan ini dibuat oleh Warren Buffett karena ia tidak suka para pemegang saham (terutama dirinya sendiri) mengalami pemotongan nilai bersih oleh pajak ganda. Buffett juga tidak ingin menerima deviden karena ia tahu bahwa lebih baik membiarkan uang terkumpul di bisnis yang sudah dibeli perusahaan. Ini juga merupakan salah satu alasan mengapa saham Berkshire begitu tinggi. Perusahaan hanya pernah membayar deviden satu kali sejak Warren Buffett mengambil alih kepemimpinan, yaitu pada tahun 1967 senilai US$0,1 per lembar saham.
  9.  Pada tahun 2000, Berkshire Hathaway menjual saham Disney. Pada rapat tahunan 2002, para pemegang saham mempertanyakan keputusan Warren Buffett tersebut. Alasannya adalah Disney telah kehilangan fokus dan karakteristik kompetitif-nya. CEO Disney pada waktu itu, Michael Eisner, membuat pilihan berani dengan membuang uang di tengah ledakan perusahaan dot.com, mengucurkan modal ke sejumlah situs jejaring seperti mesin pencari Goto.com, dan membeli perusahaan merugi lainnya semisal InfoSeek. Berkshire Hathaway menjual Disney karena dianggap tidak lagi memenuhi kriteria investasi Warren Buffett.
  10. Perusahaan investasi milik Bill Gates, Cascade Investment LLC adalah pemegang saham terbesar kedua di Berkshire Hathaway. Bill Gates juga merupakan salah satu petinggi perusahaan yang termasuk dalam jajaran dewan direksi Berkshire Hathaway, bersama dengan Charlie Munger (Vice President), dan putra Warren Buffett, Howard Graham Buffett.
  11. Di tengah anjloknya harga minyak dunia, Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway membeli perusahaan-perusahaan energi migas dan mengambil posisi yang signifikan dalam perusahaan. Diantaranya perusahaan pipa minyak Kinder Morgan (senilai hampir US$400 juta), perusahaan minyak asal Kanada Suncor Energy, dan meningkatkan kepemilikannya pada perusahaan kilang minyak Phillips 66 (tercatat Buffett telah membeli lebih dari US$1 milyar saham sejak awal tahun 2016). Harga minyak saat ini menyentuh angka US$36 per barel, yang menyebabkan banyak perusahaan energi migas merugi dan tercatat beberapa perusahaan besar melakukan banyak pemutusan hubungan kerja, diantaranya Chevron, Vico dan Halliburton. Harga saham perusahaan energi migas pun ikut menurun seiring penurunan harga minyak dunia. Para pemegang saham panik dan melepaskan kepemilikannya di perusahaan. Di saat banyak investor menjual sahamnya, Warren Buffett justru membeli lebih banyak. Sikap tersebut didasarkan pada keyakinan dan filosofi investasi Buffett untuk “menjadi takut ketika orang lain serakah, dan menjadi serakah ketika orang lain takut.” Meski saat ini persediaan minyak dunia melimpah, Buffett yakin beberapa perusahaan masih bisa mencetak keuntungan.
  12. Berkshire Hathaway dikenal sebagai perusahaan yang tidak pernah melakukan pemecahan saham (stock split), yang menyebabkan harga sahamnya begitu tinggi. Hal ini juga menyebabkan sahamnya tidak liquid di pasar, sehingga tidak dimasukkan ke dalam indeks saham S&P500. Namun demikian, Berkshire menciptakan saham seri B, dengan kepemilikan 1/30 dari saham A, dengan hak voting sebesar 1/200 dari seri A. Para pemegang saham seri A dapat melakukan konversi saham ke saham seri B, namun tidak bisa sebaliknya.
  13. Pertemuan tahunan para pemegang saham Berkshire Hathaway di Omaha, Nebraska, selalu diisi dengan humor dan senda gurau, yang biasanya dimulai dengan pemutaran film yang dibuat oleh para pemegang saham. Fakta yang menarik adalah salah satu film yang dibuat pada tahun 2004 menampilkan aktor Arnold Schwarzenegger. Arnold berperan sebagai ‘Warrenator’ (plesetan dari nama Warren digabung dengan kata terminator) yang dikirim ke masa lampau untuk menghentikan Buffett dan Charlie Munger yang berusaha menyelamatkan dunia dari mega korporasi yang dibentuk oleh Microsoft-Starbucks-WalMart.
  14. Setiap tahun sejak 1999, diadakan lelang untuk makan siang bersama Warren Buffett dengan tujuan uang yang diperoleh digunakan oleh Yayasan Glide San Fransisco, untuk berbagai alasan sosial, seperti penanggulangan penderitaan, pemecahan siklus kemiskinan dan marginalisasi. Pada tahun 2015, lelang dimenangkan oleh seorang pemilik perusahaan game online China, Da Lian Zeus Entertainment dengan nilai penawaran mencapai US$ 2,34 juta atau setara dengan Rp 30 milyar lebih. Tahun lalu, lelang dimenangkan oleh seorang pria kaya dari Singapura, Andy Chua dengan nilai penawaran mencapai US$ 2,2 juta atau setara Rp 28 milyar. Sepanjang 16 tahun lelang, nilai donasi tertinggi adalah senilai US$ 3,45 juta atau setara Rp 45 milyar pada tahun 2012, yang justru didonasikan oleh seseorang yang tidak diketahui namanya. Yayasan Glide telah menerima lebih dari US$ 18 juta selama ini. Pemenang memiliki kesempatan untuk makan siang bersama Buffett di New York City Smith & Wollensky Steakhouse. Namun beberapa pemenang lebih suka bertemu Buffett di rumahnya di Kota Omaha.
  15. Laporan keuangan Warren Buffett dijual di situs lelang eBay senilai US$ 2.000 atau setara dengan Rp 26 juta. Konon, laporan keuangan berusia 30 tahun tersebut tidak hanya berisi daftar kekayaan Buffett, namun juga strategi investasi yang selama ini dilakukan oleh sang milyarder tersebut. Berkat upaya luar biasa Warren Buffett, lonjakan nilai valuasi Berkshire Hathaway terhitung mencapai US$ 312 milyar, telah naik 70.000% dari nilai tahun 1980. Tidak mengherankan bahwa laporan keuangan tersebut menjadi rebutan pengusaha dan investor di seluruh dunia.

0 komentar:

Posting Komentar